19
Mar
09

Cara isi SPT Pajak untuk Karyawan

Sudah tanggal 19 Maret berarti kurang dua minggu lagi sebelum tanggal 31 Maret atau batas akhir penyerahan SPT. Setahu gw dendanya 100,000 rupiah kalau telat… waksss.. lumayan tuh buat beli pulsa hehehe..

Lalu gimana sih cari isi mahluk SPT ini? Khusus sesama karyawan yang di gaji dan pajak sudah dipotong dan dibayarkan oleh perusahaan, gw mau sharing pengalaman. Pertama tentu harus punya NPWP. Cukup kunjungi kantor pajak terdekat atau kunjungi situs pajak.go.id dan dwonload form untuk pendafatran NPWP. Setelah di print, dilengkapi bisa dikirim ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) masing2. Kartu NPWP bisa diambil, atau dikirim kembali oleh kantor pajak.

Untuk mengisi SPT, anda perlu form bukti potong 1721-A1 yang diberikan dari perusahaan tempat anda bekerja, minta ke bagian HRD. Lalu download (atau ambil ke kantor pajak) form 1770 SS untuk penghasilan di bawah 60jt / tahun atau form 1770 S untuk penghasilan diatas 60jt /tahun.

Download form SPT

Form 1770 S
Terdiri dari 3 lembar, halaman utama, lampiran I dan lampiran II.
Pengisian dimulai dari lampiran II.

Lampiran II
Baigan A di isi dengan penghasilan2 yang udah terkena PPh final artinya pendapatan yang anda terima sudah dipotong pajak dan tdk perlu membayar pajaknya lagi. Misal bunga bank, bunga deposito, dll seperti yang tertera di table bagian A. Jika istri tidak punya NPWP dan juga bekerja sebagai karyawan, masukkan PPh terutang istri (seperti tertera di form 1721-A1 milik istri, kotak no 21). Jika istri punya NPWP maka kolom ini tdk usah di isi, krn nanti istri juga harus melaporkan SPT-nya sendiri.

Bagian B adalah jumlah harta yang dimiliki sampai pada akhir tahun 2008 (Desember 2008). Misal motor, mobil, rumah dll (hape baju pun termasuk harta dalam artian aset tp gak usah detil2 lah)

Bagian C adalah jumlah utang sampai akhir tahun 2008. Tulis sisa hutangnya saja.

Pengisian di halaman ini akan memperlihatkan kewajaran dari nilai harta/kewajiban anda. Laporan pajak ini belum tentu diperiksa, dan rasanya yg pajaknya besar2 saja krn ada jutaan wajib pajak dan akan diperiksa bila kita minta pengembalian lebih bayar pajak. Pemeriksa bisa melihat jumlah pemauskan/penghasilan anda dan harta yang dimiliki. Kalau tidak wajar berarti ada penghasilan lain yg belum dibayar pajaknya, atau bisa juga harta tersebut merupakan warisan/hibah yg tidak kena pajak.

Lampiran I
Bagian A adalah penghasilan yang belum dibayar pajaknya. Jika ada penghasilan yg tercantum di sini, maka anda memiliki tambahan pajak yang harus dibayar, diluar yg sudah dibayar oleh perusahaan

Bagian B
Cukup jelas

Bagian C
Detail pemotong pajak. Bisa dilihat di form 1721-A1. Isikan data Nama dan NPWP pemotong (perusahaan). Isi no urut bukti pemotongan dan juga tanggal (dari form 1721-A1 no urut ada di paling atas, dan tanggal di paling bawah). Jenis PPh untuk karyawan adalah PPh 21. Jumlah yang dipotong bisa dilihat di kotak no 21 dari formulir 1721-A1

Halaman Depan
Isi Identitas sesuai kartu NPWP. KLU adalah kode pekerjaan, untuk karyawan swasta kodenya 950000.

Bagian A no 1. Penghasilan Neto. Isikan dari kotak no 14 form 1721-A1. Penghasilan yang di isi pada nomor 2, 3 dan 4 akan menambah pajak terutang. Untuk no 5, zakat yg anda bayarkan melalui Badan Zakat yang terdaftar oleh Pemerintah, bisa mengurangi pajak anda. Namun jika ada pengembalian lebih bayar pajak, berarti anda harus siap diperiksa secara teliti (malah mungkin nambah bayar pajak, mending ga usah dah.. zakat kan ikhlas aja ga ada yg perlu tau hehehe..)

Bagian B no 7. Penghasilan tidak kena pajak. Tergantung status pernikahan dan jumlah tanggungan. Lihat di form 1721-A1 bagian atas, status pernikahan. Isi dari kotak no 17(1721-A1).
Bagian B no 8 Penghasilan kena pajak, isi dari kotak no 18(1721-A1).

Bagian C no 9 PPh terutang, isi dari kotak no 19(1721-A1) dan no 11 Jumlah total PPh terutang dari kotak no 23 (1721-A1).

Bagian D no 12 isi dari kotak no 21(1721-A1). dan no 13 isi dengan NIHIL (krn pajak sudah dibayar oleh perusahaan).

Isi pula bagian E no 16 dan F no 18 dengan NIHIL.
Centang lampiran yang di sertakan pada bagian F.
Isi data lain: Nama, no NPWP tanggal dan tandatangan.

Lampirkan Fotokopi form 1721-A1, masukkan form 1770 S dan 1721-A1 ke amplop.

Tulis di luar amplop:

Nama:
No NPWP:
Jenis SPT: NIHIL
Tahun Pajak : 2008

Bisa anda berikan ke kantor pajak manapun (mereka akan mendistribusikan ke KPP terkait. Jadi beda KPP bisa saja kt org pajak yg penyuluhan di kantor), atau drop box di mal/kantor2 atau kirim dengan Kilat Tercatat di Kantor Pos.

Seharusnya Dirjen Pajak selain memberikan pelayanan pendaftaran NPWP online juga menyediakan fasilitas SPT tahunan online, dengan lampiran formulir 1721-A1 yang di scan misalnya. Mudah2an tahun depan bisa terlaksana.

Semoga membantu

Lihat juga: Kenapa perlu lapor SPT


1 Response to “Cara isi SPT Pajak untuk Karyawan”


  1. Maret 14, 2011 pukul 11:55 am

    Wkwkwkw…

    Ternyata jg berguna buat gw sendiri kl lupa cara isi SPT tahunan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Maret 2009
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Visitors

wordpress statistics
free counters

%d blogger menyukai ini: